Mengenai Saya

Foto saya
Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Rabu, 15 April 2009

Rekor MURI untuk Kampanye Terbesar

Image
“Para kaderlah yang patut mendapat penghargaan ini, berkat mereka masyarakat mau ke Gelora tanpa harus dibayar,”

Jakarta- Kampanye putaran akhir yang diselenggarakan PKS DKI Jakarta pada 30 Maret 2009 memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyelenggaraan kampanye terbesar di Jakarta khususnya. Penghargaan rekor MURI tersebut disampaikan kepada penyelenggara, yaitu DPW PKS DKI Jakarta, Selasa (7/4) di Jakarta.

Hadir dalam pemberian penghargaaan tersebut Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana, Panitia Pelaksana Kampanye Adang Daradjatun dan Igo Ilham, hadir pula Jaya Suprana Ketua Umum MURI yang akan menyerahkan rekor tersebut.

PKS mendapatkan rekor MURI karena berhasil mengerahkan massa terbesar, untuk memadati Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Massa PKS tersebut berdatangan dari masing-masing wilayah di DKI Jakarta.

Padatnya massa PKS di Gelora BK diakui, baik oleh masyarakat maupun media, sebagai kampanye pemilu 2009 yang dihadiri massa paling besar, bila dibandingkan dengan kampanye partai-partai lain di lokasi yang sama.

Triwisaksana mengatakan penghargaan tersebut didedikasikannya untuk seluruh kader PKS di Jakarta. Menurutnya, tidak mungkin masyarakat begitu antusias mengikuti kampanye PKS bila tidak didahului kerja-kerja yang terus menerus dan tidak hanya menjelang Pemilu.

“Para kaderlah yang patut mendapat penghargaan ini, berkat mereka masyarakat mau ke Gelora tanpa harus dibayar,” ujar pria yang biasa dipanggil Sani ini.

Sementara itu Adang Daradjatun yang pada kampanye akbar menjadi Ketua Panitia menyatakan bersyukur atas penghargaan rekor MURI ini. Menurut caleg PKS dari Dapil Jakarta 3 ini, masyarakat pasti bisa membedakan bahwa Gelora Bung Karno pada kampanye PKS penuh dengan lautan pendukung PKS, bukan sekedar iklan yang tampak dipenuhi padahal hanya manipulasi grafis semata.

“InsyaAllah ini akan menjadi penyemangat kami untuk memenangkan kembali PKS di Jakarta pada Pemilu Kamis mendatang,” pungkas Adang. (PK-Sejahtera Online)

Iklan PKS, Gratisan dan Murni Inisiatif FUI

Image

Kami ingin membantu, karena PKS merupakan anggota forum umat Islam. Itu murni inisiatif Suara Islam

Oleh:Stefanus Yugo Hindarto

JAKARTA - Iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dinilai mendompleng iklan XL merupakan inisiatif murni suara Forum Umat Islam (FUI) lewat media yang dimilikinya, tabloid Suara Islam.

"Kami ingin membantu, karena PKS merupakan anggota forum umat Islam. Itu murni inisiatif Suara Islam," kata Pemimpin Redaksi tabloid Suara Islam H Aru Syeiff Assadullah kepada Okezone, Senin (24/2/2009).

Aru juga mengklarifikasi pernyataan manajer iklan Suara Islam, Babudin yang mengatakan Suara islam telah melakukan lobi-lobi dengan pimpinan DPP PKS untuk pemuatan iklan tersebut.

"Iklan ini murni bantuan untuk PKS, kita tak pernah melakukan lobi-lobi," ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, kepala sekertariat redaksi tabloid "Suara Islam" M Shodiq Ramadhan menjelaskan desain iklan tersebut diambil dari internet dan bukan hasil tim kreatif Suara Islam.

"Ketika itu sekira tanggal 2 Februari malam, menjelang deadline akhirnya kami putuskan untuk mengambil iklan tersebut dari internet, saya lupa alamatnya," ujar Shodiq saat ditemui Okezone di kantor redaksi Suara Islam di jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2009).

Shodiq menambahkan, pihaknya tak pernah memikirkan efek yang akan ditimbulkan dari iklan PKS yang mirip iklan operator XL itu. Pemilihan Partai Keadilan Sejahtera didasari karena keinginan para pembaca.

"Iklan itu iklan pertama PKS di Suara Islam, pembaca banyak yang menanyakan tentang PKS, karena iklan-iklan partai lain seperti PKB, PBB sudah ada, akhirnya kami putuskan edisi itu mengeluarkan iklan PKS," ujarnya.

Shodiq menegaskan, iklan tersebut tidak dikenakan tarif iklan professional, karena iklan tersebut merupakan bagian dari cara FUI sebagai pemilik suara Islam untuk membantu partai-partai Islam dan Partai berbasis masa Islam untuk meraih suara di pemilihan Umum (Pemilu) 2008.

"Iklan itu tidak bayar, tidak ada hitung-hitungan professional, semua murni inisiatif kami untuk membantu partai-partai Islam, terutama anggota-anggota FUI, ini murni perjuangan," katanya.

Selanjutnya, Shodiq mengungkapkan pihaknya akan lebih selektif lagi untuk memilih desain-desain iklan partai. "Kami tetap akan memuat iklan-iklan politik, tapi sepertinya akan lebih selektif lagi," ujarnya.

Hingga saat ini, Suara Islam mengaku belum mendapatkan surat keberatan dari DPP PKS akibat pemuatan iklan tersebut. (srn/okezone)

Partai Islam Menang di Mesir

Image
Jumlah suara PKS mengalami kenaikan dibanding pemilu 2004 yang hanya mengantongi 1126 suara.

Hasil pemilihan umum di Mesir menunjukkan PKS masih menjadi partai yang teratas dibanding partai yang lain. Dari data penghitungan di dua TPS, PKS mendapatkan suara sejumlah 1658 dari total 2952 suara sah. Atau sekitar 56%.

Posisi kedua ditempati PKNU sebanyak 513 suara kemudian disusul Partai Demokrat sejumlah 356.

Jumlah suara PKS ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan dibanding pemilu sebelumnya, tahun 2004 yang hanya mengantongi 1126 suara.

Sementara total pemilih di tahun ini juga mengalami lonjakan. Dari 5084 nama yang tercantum di DPT, sebanyak 3072 orang atau sekitar 60,42% dari jumlah total pemilih dapat hadir dan memberikan suaranya.

Sejak awal, simpatisan PKS di Mesir telah berkomitmen kepada PPLN untuk mendatangkan massanya di pagi hari. Maka sejak pukul 07.30 waktu setempat dua TPS yang berada di lingkungan KBRI Kairo mulai disesaki konstituen.

Panitia memberi kesempatan pertama kepada Duta Besar RI di Kairo, Abdurrahman Muhammad Fachir untuk memberikan suaranya di TPS I. Tidak ketinggalan Ibu Dubes juga mendapatkan kehormatan sebagai peserta pertama di TPS II.

Pencontrengan akhirnya ditutup pada pukul 17.00 tepat. Setelah istirahat sekitar satu jam, PPLN bersama KPPSLN secara serentak memulai penghitungan suara langsung di TPS.

Nampak terlihat simpatisan PKS di Mesir tetap intens mengikuti proses penghitungan suara dari awal sampai akhir. Tidak lupa ketua PIP PKS di Mesir, Ustad Suhartono juga ikutan begadang menanti kemenangan.

Pihak penyelenggara pemilu dalam hal ini PPLN dibantu KBRI tetap menyediakan konsumsi di pertengahan malam dan sarapan pagi bagi semua hadirin yang mengikuti proses penghitungan.

Kemenangan PKS di Mesir kali ini merupakan pengulangan sejarah dua pemilu sebelumnya yang selalu dimenangkan oleh PKS. Menurut Suhartono, kemenangan ini merupakan kemenangan seluruh kader dan simpatisan yang telah berusaha seoptimal mungkin.

"Masyarakat Indonesia di Mesir telah memberikan kepercayaannya kepada PKS di tiga pemilu berturut-turut karena sejak tahun 1999 PIP PKS terus berusaha memberikan dedikasi dan khidmah bagi Masisir" tambah Suhartono dalam keterangannya. (MHN)

PKS Menang di Semua TPS di Libya

Image
Secara umum Pemilu di Libya berjalan lancar, walaupun menjelang pemilu terjadi permasalahan DPT, dengan banyaknya warga Indonesia yang tak terdaftar dalam DPT
oleh: Kusworo Nursidik

Tripoli,Libya- Pemilu legislatif untuk negara Libya diselenggrakan dalam dua TPS. Keduanya berada di lingkungan kantor KBRI yang berada di Tripoli ibukota Libya

TPS dibuka pukul 08.00 waktu Libya dan ditutup pukul 14.00. Jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap sebanyak 603 orang, sampai TPS ditutup warga Indonesia yang menggunakan hak pilihnya hanya 289 orang.

Masyarakat yang menggunakan hak pilihnya sebagaian besar berasal dari mahasiswa Kulliyatu Ad Da`wah Al-Islamiyah Al`Alamiyah – Tripoli sebanyak 94 orang dan karyawan di salahsatu perusahaan konstruksi Indonesia. Selebihnya bekerja di berbagai perusahaan Indonesia dan asing (Pertamina, Repsol, Schlumberger, dll). Mereka tersebar di berbagai kota di Libya (Tripoli, Benghazi, Muzruk, Sabha, Gatrun)

Pada pukul 15.00 KPPS TPS I dan II memulai penghitungan suara. PKS tetap mengungguli partai-partai lain sebagaimana pemilu 2004 di Libya. PKS berada pada posisi teratas di kedua TPS tersebut dengan total suara 94 suara, disusul Partai Demokrat 40 suara, kemudian PDI-P 33 suara, PKB 15 suara, PAN 13 suara, PKNU 11 suara, PPP 10 suara, Golkar 10 suara, Dan suara tidak sah mencapai 23 suara.

Secara umum Pemilu di Libya berjalan lancar, walaupun menjelang pemilu terjadi permasalahan DPT, dengan banyaknya warga Indonesia yang tak terdaftar dalam DPT. Jumlah warga Indonesia yang berada di Libya yang berhak memilih sekitar 800 orang , sedangkan yang terdaftar dalam DPT hanya 603 orang.

Ironi sekali banyak warga yang terdaftar dalam DPT tidak datang ke TPS, sedangkan disisi lain banyak warga yang tidak tercantum dalam DPT berkeinginan untuk mengunakan hak poltiknya. Dan PPLN tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada keputusan dari KPU tentang persolan DPT tersebut.

Pemilu di Libya dimeriahkan dengan Bazar Makanan Khas Indonesia, batik dan kerajinan tangan Indonesia. Bazar ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita KBRI bekerjasama dengan KKMI (Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia) dan masyarakat Indonesia di Tripoli.

Tifatul Pertanyakan Sikap Kalla

Image
Karena dalam kampanye-kampanye Kalla selalu menyatakan ingin maju sebagi capres, selalu menyebut-nyebut harga diri dalam setiap kampanye

Jakarta Presiden PKS mempertanyakan adanya keinginan JK yang akan maju lagi sebagai cawapres mendampingi SBY. “Kita pertanyakan niat tersebut, secara personal, karena dalam kampanye-kampanye Kalla selalu menyatakan ingin maju sebagi capres, selalu menyebut-nyebut harga diri dalam setiap kampanye,” kata Tifatul, Selasa (14/4).

Menurut, Tifatul, PKS dan Demokrat merupakan tulang punggung dari koalisi, akan sangat menyayangkan bila Golkar yang tidak berusaha, tiba-tiba ingin mendapatkan hasil dengan bergabung ke Demokrat

“2004 Partai Golkar yang merapat ke Demokrat, tidak berkeringat tapi mendapatkan hasil,” ungkapnya.

Untuk koalisi sekarang ini harus jelas aturannya, jangan seperti pada tahun 2004. Ia juga menyebutkan posisi tawar Golkar saat ini sunguh sangat lemah terhadap Partai Demokrat. [ald/rm]

Caleg PKB Bunuh Diri, Setelah Gagal Maju

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Sudah tak terhitung kasus caleg yang mengalami depresi karena mendapat suara yang tidak signifikan dalam Pemilu 2009. Bahkan, seorang caleg di Ciamis, Jawa Barat, sampai nekad bunuh diri dengan gantung diri.

Hal itu dilakukan Sri Wahyuni, seorang caleg PKB untuk DPRD Kota Banjar. Caleg PKB ini bunuh diri dengan menjerat lehernya dengan selendang yang tergantung hingga tewas di sebuah areal persawahan di Kabupaten Ciamis.

Menurut Kapolsek Langkap Lancar AKP Sukardi, Selasa (14/4), Sri Wahyuni ditemukan warga setempat Toto Suharyanto, dalam keadaan tergantung. Posisinya sekitar dua meter dari permukaan tanah di atas atap saung atau pondok dengan menggunakan selendang.

Caleg nomor urut-8 dari PKB itu ditemukan tewas gantung diri di areal persawahan, Dusun Cibarogol, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Langkap Lancar, Kabupaten Ciamis, Senin (13/4). Korban saat itu memakai kaus lengan panjang putih, bercelana jins, dan berkerudung.

Menurut saksi mata Sukardi, sebelum ditemukan tewas, pada Senin dini hari, ia sempat menegur korban ketika diketahui berjalan menyusuri jalan kampung Cibarogol sendiri. Namun korban tidak menghiraukan teguran warga setempat.

Dugaan sementara, kasus tersebut murni gantung diri, karena selama olah TKP tidak ditemukan bukti kekerasan pada fisik korban. Ia diperkirakan mengalami depresi karena telah mengeluarkan banyak biaya demi pencalegan. Untuk proses lebih lanjut polisi membawa jasad korban ke RSUD Kota Banjar untuk diotopsi.


www.lintasberita.com

Terbukti Facebook Turunkan Nilai Akademik

facebook

Keasyikan mengakses Facebook diklaim dapat berdampak buruk bagi prestasi akademik para mahasiswa. Setidaknya itu yang disimpulkan dalam riset oleh peneliti Aryn Karpinski dari Ohio State University, Amerika Serikat.

Hasil penelitian itu mengungkap bahwa para mahasiswa di Amerika Serikat yang rutin mengutak-atik Facebook punya nilai lebih rendah ketimbang mereka yang tidak melakukannya.

“Studi kami menunjukkan bahwa mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu di Facebook lebih sedikit belajar,” papar Karpinski seperti dilansir United Press International dan dikutip detikINET, Senin (13/4/2009).

Karpinski menambahkan, setiap generasi punya jenis gangguan sendiri-sendiri yang saat ini diwakili antara lain oleh Facebook. Menurutnya, tingkat kecanduan Facebook berpengaruh signifikan terhadap apakah seorang mahasiswa mendapat nilai A atau B.

Meski demikian, para mahasiswa penikmat Facebook tampaknya tak menyadari hal itu. Sebab dalam studi tersebut, 79 persen responden menganggap ber-Facebook ria tidak bakal berpengaruh terhadap prestasi akademik mereka. (Detik.com)